This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 01 Februari 2016

Indahnya Berjilbab Menurut Islam

Indahnya Berjilbab Menurut Islam

Indahnya Berjilbab Menurut Islam, itulah tema yang akan min bahas kali ini. Sebagaimana kita tahu bahwa berjilbab adalah wajib hukumnya buat kita para wanita muslimah. Bukan karena ingin tampil berbeda, bukan pula karena ingin terlihat lebih cantik atau bukan karena hanya ingin mengikuti trend masa kini, tapi kita berjilbab karena Allah SWT, untuk menjaga diri dan kehormatan kita sebagai wanita yang beriman.
Indahnya berjilbab mennurut islam

Indahnya Berjilbab Menurut Islam, seperti pernyataan berikut ini :

Aku berjilbab bukan lantaran menutupi rambutku agar tidak kotor, tapi semata karena perintah Allah..
Aku berjilbab bukan karena ingin dipuji dan disanjung, tapi semata karena keimanan dan ketakwaan yang merangkulku dengan haru..
Kalau cuma ingin dipuji, bukankah jarang orang memuji kecantikan perempuan karena jilbab?
Maka keinginanku berjilbab semata-mata aku ingin mencontoh manusia terbaik dari hati yang tercantik, yang pernah lahir di bumi ...Allah..

Lebarnya jilbabku bukan karena aku lebih baik dari yang lain, tapi aku hanya ingin menjadi lebih baik lagi.
Panjangnya jilbabku bukan karena merasa aku wanita suci tak bernoda, tapi tak ingin membuat liar pandangan para pria.
Tertutup rapatnya apa yang diharamkan olehku bukan berarti, aku mulus tanpa dosa, tapi hanya ingin menutup satu pintu dosa yg bisa dilakukan wanita.
Karena aku hanya ingin cantik menurut Allah, bukan karena menurut manusia.

Berikut 12 Kriteria Pakaian Seorang Muslimah :

  1. Pakaian wanita harus menutupi seluruh tubuh atau yang menjadi auratnya, kecuali wajah dan telapak tangan
  2. Bukan pakaian untuk berhias seperti yang banyak dihiasi dengan gambar bunga apalagi pakaian yang penuh warna, atau disertai gambar makhluk bernyawa, dan bukan pula yang bergambar lambang partai politik
  3. Pakaian tersebut bukan pakaian yang tembus pandang atau yang tipis dan yang dapat menampakkan bentuk lekuk tubuh.
  4. Tidak diberi wewangian atau parfum
  5. Tidak boleh menyerupai pakaian pria (seperti pakai jeans) atau pakaian kaum non muslim
  6. Bukan pakaian untuk mencari popularitas, atau hanya untuk ketenaran
  7. Pakaian tersebut terbebas dari tanda salib
  8. Pakaian muslimah tidak terdapat gambar makhluk bernyawa (manusia dan hewan).
  9. Pakaian muslimah harus berasal dari bahan yang suci dan halal.
  10. Pakaian muslimah bukanlah pakaian untuk kesombongan.
  11. Pakaian tersebut bukan pula pakaian pemborosan.
  12. Bukan juga pakaian yang termasuk dalam pakaian ahlu bid’ah
Nahh itulah yang bisa min sampaikan kali ini tentang Indahnya Berjilbab Menurut Islam. Semoga bisa menjadi tuntunan buat kita wanita muslimah. wassalam

Kata Mutiara Hijab Muslimah Wanita Paling Lengkap !!


Kata Mutiara Hijab Muslimah Wanita Paling Lengkap !!

Kata Mutiara Hijab – Masyarakat muslim menempati kelompok mayoritas yang ada di Indonesia bahkan dunia. Keberadaannya juga sudah mendapatkan pengakuan dari negara dan agama lain. Menjadi muslim atau muslimah tidaklah mudah dengan aturan dan tata cara agama Islam yang telah di atur khususnya dalam al-Qur’an, sehingga setiap jejak langkah dari seorang muslim tersebut berdasarkan dari ajaran al-Qur’an.
Salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan khususnya untuk seorang muslimah adalah menutup aurat dengan memakai hijab atau jilbab. Pemakaian kata ini kami samakan karena hakikat keduanya sama. Kata Mutiara Hijab ini perlu diterapkan kepada diri muslimah agar terhindar dari segala fitnah dan anggapan-anggapan buruk yang kerap dilontarkan di luar. Karenanya, hijab bisa dijadikan sebagai tameng alami mengatasi masalah tersebut.
Mengapa muslimah diwajibkan untuk memakai hijab ? Karena seperti yang sobat ketahui, bahwa aurat dari seorag wanita adalah seluruh tubuh. Jadi, tidaklah pantas bila seorang wanita memakai pakaian ketat atau bahkan tidak memakai Kata Mutiara Hijab sedangkan secara bebaskan ia melenggangkan kaki keluar rumah dengan percaya diri. Sungguh, itu merupakan suatu hal yang sangat tidak layak untuk seorang wanita.
Ibarat singkatnya seperti ini. Ada dua buah permen lolipop, yang satu sudah dibuka sedangkan yang satu belum. Keduanya dijatuhkan ke tanah. Lantas, mana yang akan sobat ambil? Tentu permen yang masih terbungkus. Seperti itulah Kata Mutiara Hijab yang kami sederhanakan dalam ibarat di atas. Orang yang berhijab masih tetap berharga meskipun ia telah jatuh dan kotor, tidak seperti yang berhijab.
Melihat fenomena lain seperti ada yang memakai Kata Mutiara Hijab tetapi lekuk tubuhnya terlihat sangat jelas. Ini tidak sesuai dengan ajaran hijab syar’i yang sebenarnya. Berhijablah dengan sederhana serta memakai baju yang longgar. Apalah gunanya jika memakai hijab tetapi lekuk tubuh masih dapat dinikmati mata lelaki yang bukan mahrom secara gratis. Sungguh ironis, subhaanallah…

Kata Mutiara Hijab Muslimah Wanita Paling Lengkap !!

Kata Mutiara Hijab
Kata Mutiara Hijab
Melalui artikel singkat ini, kami terketut untuk menyusun Kata Mutiara Hijab yang kami susun dari beberapa sumber. Semoga bisa sobat nikmati kata-kata yang terkandung di dalamnya dan dapat menjalankan ajaran islam mengenai hijab syar’i yang benar. Terlepas dari itu semua, kami mohon maaf bila ada kata yang tidak berkenan dihati pembaca kami, khilaf dan salah hanyalah milik manusia. Berikut selengkapnya :
Kenapa hijab ?
Aku sayang suamiku,
Istri yang tak menutup aurat dapat menyeret suaminya ke neraka
Wanita tanpa jilbab adalah panas
Wanita dengan jilbab akan cantik
Itulah mengapa neraka itu panas dan surga itu cantik
Kecantikan haqiqi bukan dari wajah
Melainkan cahaya yang keluar dari hatinya
Duhai muslimah
Jika keluar rumah jauh atau dekat
Jangan lupa memakai jilbab
Karena sesungguhnya hal itu menghindarkan dari fitnah
Berjilbab syar’i tidak perlu menunggu kesiapan
Karena ia adalah kewajiban diri
Hijab untuk melindungi keindahan muslimah
Bukan sebagai alat perhiasan
Hijab itu menjaga, maka berhijablah dengan sederhana
Hijab itu melindungi, maka berhijablah yang syar’i
Mulimah berhijab bukanlah malaikat
Namun ia sedang proses menuju taat
Lelaki sholeh pasti tidak akan tertarik dengan perempuan yang tidak berjilbab
Secantik apapun dia
Aku berhijab bukan karena aku pintar ilmu agama
Tetapi aku berhijab karena belajar menaati perintah Allah

Kata Kata Motivasi Hijab Untuk Wanita Terbaru

Kata Kata Motivasi Hijab Untuk Wanita Terbaru

- assalmualaikum wr wb. selamat siang dan selamat berbahagia sodaraku seiman seagama, pada kesempatan kali ini saya akan menyajikan kata kata motivasi hijab untuk wanita terbaru, tentunya kata kata yang akan saya sajikan saya buat untuk mendorong dan memberikan semangat atau menyadarkan para wanita untuk dapat memenuhi salah satu kewajibanya yaitu berhijab. namun sebelumnya saya akan memberika pengetian hijab itu terlebih dahulu. " Dan katakan kepada wanita- wanita yang beriman ; hendaklah mereka menahan pandanganya dan memelihara kemaluanya dan jangan mereka memperlihatkan perhiasanya kecuali yang biasa nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan khumur(hijab)nya kedadanya." (QS. An-Nur : 30-31) dan ada juga " Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin : hendaklah mereka mengulurkan jilbabnyakeseluruh tubuh mereka. yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk di kenali, dan oleh karenanya mereka tidak di ganggu. Dan Allah maha pengampun lagi maha penyayang". (QS. Al-Ahzab:59).
Kata Kata Motivasi Hijab Untuk Wanita Terbaru

 Oleh karena itu saya akan menyajikan Kata Kata Motivasi Hijab Untuk Wanita Terbaru dengan maksut agar pembaca akanlebih termotivasi dan akan dapat lebih memantapkan hatinya untuk berhijab, karena hijabbukan hanya dapat mempercantik diri dengan berhijab para wanita juga sudah menunaikan salah satu kewajibanya serta dengan berhijab juga dapat membuat wanita akan terhindar dari godaan para lelaki yang kurang baik.


 Kata Kata Motivasi Hijab Untuk Wanita Terbaru



Sejukan hati dengan kedamaian dan alunan pujian utuknya, perbaik diri dengan berhijab dan menjalankan perintahnya.

Cantik wanita karena anugrahnya memamerkan pemberianya kepada yang tidak di perbolehkanya alangkah malunya diri bila menyadari semuanya .

Kebanggaan hati melambungkan diri dalam nestafanya dunia di balik panasnya api neraka yang akan membayangi kebahagiayaanya, ingatlah bahwa semua akan kembali kepadanya jangan terlena, jangan tertawa bila bahagia dengan pujian akan keindahan raga yang engkau pamer - pamerkan.

Tebarkan senyummu kepada semua yang engkau kehendaki dan buatlah anggunya dirimu menjadi pancaran keindahanmu dalam indahnya raga yang terbalut hijabmu.

Wanita menutup diri denga hijabnya, lelaki mencinta dengan imannya, wanita memamerkan diri dengan raganya maka lelaki akan mencintainya dengan nafsunya.

Dunia indah bagi pecintanya, dunia hampa bagi yang memahaminya, dan engkau akan terlihat cantik dengan pesona hijab yang ada.

Berhijab syar'i tidak perlu menunggu kesepian , karena ia adalah kewajiban bagi setiap wanita beriman.

Jangan kau gadaikan prinsipmu hanya demi lembaran rupiah, karenanya auratmu akan terlihat murah. Bukankah ladang rezeki masih melimpah, penolakan yang di berikan karena pakaianmu yang syar'i adalah salah satu ujian untuk keteguhan niat istiqomah.

Ketika seorang wanita meniatkan diri untuk berhijab ketika telah menikah dengan niat meringankan dosa yang harus di tanggung oleh suaminya, namun tidak pernah kah terfikir begitu banyak dosa ketika kau tidak berhijab dan itu semua harus di tanggung oleh ayahmu tercinta.

Bila ada anggapan bahwa gaya berpakaian yang semakin terbuka semakin modern, alangkah tidak kau lihat binatang tak pernah berpakaian.

Jilbab bukan hanya untuk wanita yang pandai agamanya saja, jilbab juga bukan hanya untuk wanita yang pandai mengaji saja, tapi jilbab adalah kewajiban bagi semua wanita yang mengaku dirinya muslim.

Jangan pernah katakan belom saatnya, jangan pernah katakan nanti bila yang akan kita lakukakn itu untuk membenahi diri.

Kebaikan datang dengan rizkinya, cinta akan datang dengan sendirinya, namun perubahan diri akan datang bila ada usahanya.


Pesona & Kecantikan Wanita Berjilbab

Pesona & Kecantikan Wanita Berjilbab



Islam itu indah. Islam itu adil, terutama pada wanita. Mengapa dalam Islam memerintahkan agar wanita berjilbab? Untuk apa wanita berjilbab? Ternyata, wanita disarankan untuk berjilbab itu untuk melndungi dirinya sendiri. Allah sudah berjanji di Quran Surat Al-Ahzab 59 bahwa wanita berjilbab tidak akan diganggu dan dapat dibedakan antara wanita muslim atau wanita bukan muslim.
Ternyata para lelaki yang baik-baik secara fitrah menyukai wanita berjilbab. Coba Anda bayangkan saat Anda mungkin membeli kue di pasar. Pertama, ada kue yang terbungkus dengan daun pisang misalnya, dengan plastik putih transparan misalnya, namun ada juga kue yang tidak dibungkus dengan apa pun. Tidak tahu kalau kue itu tadi digerumbungi lalat.

Nah, kue mana yang Anda pilih? Tentu saja kue yang dibungkus, sebab kue yang dibungkus itu lebih terjamin kebersihannya dari kontaminasi tangan-tangan yang penuh kuman dan virus. Begitu juga dengan wanita berjilbab. Mereka akan lebih indah dipilih sebagai pendamping hidup, kecuali wanita berjilbab yang masih tidak menjaga dirinya, misalnya masih berikhtilat di antara para lelaki.

Berbicara nafsu, jelas sekali saya suka. Tapi sayang, saya tak ingin hidup ini dibaluti oleh nafsu. Saya juga butuh hidup dengan pemandangan yang membuat saya tenang. Saya ingin melihat wanita bukan sebagai objek pemuas mata.

Tapi mereka adalah sosok yang anggun mempesona, kalau dipandang bikin sejuk di mata. Bukan paras yang membikin mata panas, membuat iman lepas ditarik oleh pikiran "ngeres" dan hatipun menjadi keras.

Andai wanita itu mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh laki-laki ketika melihat mereka berpakaian seksi, saya yakin mereka tak mau tampil seperti itu lagi. Kecuali bagi mereka yang memang punya niat untuk menarik lelaki untuk memakai aset berharga yang mereka punya.

Istilah seksi kalau boleh saya definisikan berdasar kata dasarnya adalah merangsang secara sexual atau penuh daya tarik seks. Kalau ada wanita yang dibilang seksi oleh para lelaki, janganlah berbangga hati dulu. Sebagai seorang manusia yang punya fitrah dihormati dan dihargai semestinya anda malu, karena penampilan seksi itu sudah membuat mata lelaki menelanjangi anda, membayangkan anda adalah objek syahwat dalam alam pikirannya. Berharap anda melakukan lebih seksi, lebih... dan lebih lagi. Dan anda tau apa kesimpulan yang ada dalam benak sang lelaki? Yaitunya: anda bisa diajak untuk begitu dan begini.

Mau tidak mau, sengaja ataupun tidak anda sudah membuat diri anda tidak dihargai dan dihormati oleh penampilan anda sendiri yang anda sajikan pada mata lelaki. Jika sesuatu yang buruk terjadi pada diri anda, apa itu dengan kata-kata yang nyeleneh, pelecehan seksual atau mungkin sampai pada perkosaan.

Siapa yang semestinya disalahkan? Saya yakin anda menjawabnya "lelaki" bukan? Oh betapa tersiksanya menjadi seorang lelaki dijaman sekarang ini. Kalau boleh saya ibaratkan, tak ada pembeli kalau tidak ada yang jual. Simpel saja, orang pasti akan beli kalau ada yang nawarin. Apalagi barang bagus itu gratis, wah pasti semua orang akan berebut untuk menerima. Nah apa bedanya dengan anda menawarkan penampilan seksi anda pada khalayak ramai, saya yakin siapa yang melihat ingin mencicipinya.

Allah SWT telah berfirman: "Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya", yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita beriman "Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya." (QS. An-Nuur : 30-31).

Jadi tak salah bukan kalau saya sering berdiam di ruangan kecil ini, duduk di depan komputer menyerap sekian juta elektron yang terpancar dari monitor, saya hanya ingin menahan pandangan mata ini. Biarlah mata saya ini rusak oleh radiasi monitor, daripada saya tak bisa pertanggung jawabkan nantinya. Jadi tak salah juga bukan? kalau saya paling malas diajak ke mall, jjs, kafe, dan semacam tempat yang selalu menyajikan keseksian.

MAKA DARI ITU BERJILBABLAH KARENA SESUNGGUHNYA BERJILBAB ITU NYAMAN, TENTRAM, ANGGUN, CANTIK, MEMPERSONA DAN TENTUNYA INDAH DIMATA.

Indahnya Berjilbab

Indahnya Berjilbab




indahnya berjilbab…..indahnyahidupku……
saya sendiri sama dengan kebanyakan gadis di luar sana yang tidak mengetahui secara pasti apa yang mendorong saya untuk mengenakan mahkota islamiah itu…..
saya dahulu berpakaian seperti layaknya gadis gadis pada umumnya…..bersekolah dengan rok dan kemeja berlengan pendek……bepergian dengan celana santai dan kaus lengan pendek…..membiarkan rambut indah saya mengikuti tarian angin…….tanpa peduli dengan apa itu jilbab…dan kenap sebagian wanita disekitar saya mengenakannya…..
sampai akhirnya saya bersekolah di sebuah smk di salah satu kota kecil di jawa tengah…di purwokerto…..tadinya saya sempat berfikir bahwa smk itu identik dengan penduduknya yang mayoritas dari kaum adam….tapi ternyata di smk tempat saya bersekolah dulu…banyak juga kaum hawanya…..dan disitulah saya mulai mengetahui sedikit demi sedikit tentang jilbab….
saya adalah seorang yang aktif dalam kegiatan sekolah…termasuk salah satunya adalah ROHIS…walaupun banyak yang bilang ROHIS itu kumpulannya anak anak muna’…tapi saya tidak peduli..saya anggap saja itu ungkapan sirik dari kawan kawan yang tidak pernah memiliki kesempatan untuk bergabung dengan organisasi yang penuh manfaat ini…..
setiap jumat rohis di sekiolah saya mengadakan kajian untuk para akhwat…dan disitulah saya tahu bahwa mereka memanggil saya dengan sebutan “ukhti..” ..mereka menyebut mas mas di luar sana dengan sebutan “akhi” …. :) ….setiap hari jumat saya mengikuti kajian dengan berbagai macam tema yang menarik…..dan setiap jumat pula saya selalu disejukkan oleh pemandangan indah di depan kedua mata saya….heem…kakak kelas saya yang menjadi pengurus rohis saat itu semuanya berjilbab…dan semuanya tampak cantik sekali dengan jilbab mereka yang sesekali berkibar tertiup angin…..entah kenapa tiba tiba saya ingin memakai pakaian itu.,…… :) …..entah kenapa rasanya ingin..ingin..dan ingiiiinn…sekali………
saya mencoba bercerita ke beberapa teman….namun agaknya teman teman saya kurang mendukung saya….mereka kebanyakan berkata..”jangan dulu,,,kalau kamu belum siap..”…atau..”jilbabi hati kamu dulu..baru diri kamu….” ….. atau… “kamu pakai jilbab?kelakuan kamu aja kaya gitu….” ….hooh…sedihnya..tidak ada yang mendukung saya…..padahal keinginan itu terus menerus berputar putar di benak saya…terus menerus merasuk ke dalam jiwa saya….hingga akhirnya pada suatu jumat….ketika kajian itu bertemakan jilbab……seorang kakak kelas saya mengatakan….
Wanita yang tidak berjilbab tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya. Sedangkan bau surga itu tercium dari jarak yang jauh”
dan….DEGH! astaghfirullahal adzim…….astaghfirullah..astaghfirullah…. :( ….jadi wanita seperti saya ini haram memasuki surgaNya??astaghfirullah….astahfirullah….padahal sungguh setiap hari saya sholat hanya untuk Allah…..berdoa kepada Allah agar dapat bertemu dengan jannahNya,….namun ternyata….semua itu akan menjadi mustahil bagi saya apabila saya terus menerus mempertahankan kebodohan saya ini…….
akhirnya….
keesokan harinya…tepat hari Sabtu….tepat pada hari dimana saya genap berusia 17 tahun……ketika ibu saya menelefon saya untuk mengucapkan selamat ulang tahun lengkap dengan semua doa dan harapannya sebagai seorang ibu…….saya menyampaikan niat saya untuk berjilbab mulai hari itu…….*walaupun sebenarnya sempat takut kalau ibu tidak setuju…karena tentu akan makan biaya banyak untuk membeli semua baju dan seragam baru untuk saya :D ..  ternyata ibu saya sangat gembira mendengar niat baik saya itu..ibu saya sangat mendukung dan sangat meridhoi sekali saya merubah penampilan saya…. :) alhamdulillah……..
dan sejak itulah…saya menutup semuanya….saya simpan semua pakaian lama saya…tidak akan saya gunakan lagi…..dan alhamdulillah…hingga kini…setelah 4 tahun lamanya…saya masih istiqomah dengan jilbab yang saya kenakan..dan alhamdulillah nya lagi…setelah saya berjilbab…ibu dan kakak perempuan saya pun mengikuti jejak saya untuk berjilbab….
indahnya berjilbab…….. :)
dan sedikit mengutip dari mbak rindu a.k.a ade (my inspirator)

“Duhai perempuan berjilbablah dan ALLAH pasti akan menolong kita untuk terjaga dari kerusakan, kecantikan kita tak akan hilang dengan tertutup, bukankah kue dengan bungkus yang indah akan mahal hargannya dibanding kue yang terbuka yang hanya akan jadi santapan lalat”

Jilbab Hatimu dan Tubuhmu!



Jilbab Hatimu dan Tubuhmu!

ADA seorang wanita yang dikenal taat beribadah. Ia kadang menjalankan ibadah sunnah. Hanya satu kekurangannya, Ia tak mau berjilbab. Menutup auratnya. Setiap kali ditanya ia hanya tersenyum dan menjawab ”Insya Allah yang penting hati dulu yang berjilbab. ”
Sudah banyak orang menanyakan maupun menasehatinya. Tapi jawabannya tetap sama.
Hingga di suatu malam. Ia bermimpi sedang di sebuah taman yang sangat indah. Rumputnya sangat hijau, berbagai macam bunga bermekaran. Ia bahkan bisa merasakan segarnya udara dan wanginya bunga. Sebuah sungai yang sangat jernih hingga dasarnya kelihatan, melintas dipinggir taman.
Semilir angin pun ia rasakan di sela-sela jarinya.Ia tak sendiri.Ada beberapa wanita disitu yang terlihat juga menikmati keindahan taman. Ia pun menghampiri salah satu wanita. Wajahnya sangat bersih seakan-akan memancarkan cahaya yang sangat lembut.
“Assalamu’alaikum,saudariku….”
“Wa’alaikum salam. Selamat datang saudariku”
“Terima kasih. Apakah ini surga?”
Wanita itu tersenyum. “Tentu saja bukan, saudariku. Ini hanyalah tempat menunggu sebelum ke surga ”
“Benarkah? Tak bisa kubayangkan seperti apa indahnya surga jika tempat menunggunya saja sudah seindah ini. ”
Wanita itu tersenyum lagi ”Amalan apa yang bisa membuatmu kemari, saudariku ?”
“Aku selalu menjaga waktu shalat dan aku menambahnya dengan ibadah sunnah. ”
“Alhamdulillah..”
Tiba-tiba jauh di ujung taman ia melihat sebuah pintu yang sangat indah. Pintu itu terbuka.
Dan ia melihat beberapa wanita yang berada di Taman mulai memasukinya satu-persatu.
“Ayo kita ikuti mereka” kata wanita itu setengah berlari.
“ Apa di balik pintu itu?” Katanya sambil mengikuti wanita itu
“ Tentu saja surga saudariku” larinya semakin cepat
“ Tunggu..tunggu aku..” dia berlari namun tetap tertinggal
Wanita itu hanya setengah berlari sambil tersenyum kepadanya. Ia tetap tak mampu mengejarnya meski ia sudah berlari. Ia lalu berteriak
“Amalan apa yang telah kau lakukan hingga engkau begitu ringan ?”
“Sama dengan engkau saudariku.” jawab wanita itu sambil tersenyum
Wanita itu telah mencapai pintu. Sebelah kakinya telah melewati pintu. Sebelum wanita itu melewati pintu sepenuhnya, ia berteriak pada wanita itu.
“ Amalan apalagi yang kau lakukan yang tidak kulakukan ?”
Wanita itu menatapnya dan tersenyum. Lalu
Berkata “Apakah kau tak memperhatikan dirimu, apa yang membedakan dengan diriku ?”
Ia sudah kehabisan napas, tak mampu lagi menjawab.
“ Apakah kau mengira Rabbmu akan mengijinkanmu masuk ke Surga-NYa tanpa jilbab menutup auratmu ?”
Tubuh wanita itu telah melewati pintu, tapi tiba-tiba kepalanya mengintip keluar, memandangnya dan berkata
”Sungguh sangat disayangkan amalanmu tak mampu membuatmu mengikutiku memasuki surga ini untuk dirimu. Cukuplah surga hanya sampai hatimu karena niatmu adalah menghijabi hati.”
Ia tertegun..lalu terbangun..beristighfar lalu mengambil air wudhu. Ia tunaikan shalat malam. Menangis dan menyesali perkataanya dulu.. berjanji pada Allah sejak saat itu ia akan menutup auratnya

Aku dan Jilbab

Aku dan Jilbab


Assalamualaykum Warahmatullahi Wabarakatu ,


hai , ini seberkas coretan hatiku yang ke-dua setelah aku menguraikan coretan pertama yang ku beri judul "Like a barbie hijab" , coretan ke-duaku kali ini berbeda . Aku akan menguraikan coretan yang ku beri judul  "Aku dan Jilbab" ya mungkin sekilas itu adalah judul yang sesuai dengan cerita pendek yang akan aku tulis ini^,^
Aku dan Jilbab ,
Jilbab? menurut pandanganku jilbab adalah sesuatu yang wajib kukenakan , sebagai seorang perempuan muslim (MUSLIMAH) jilbab ada perhiasan yang paling berharga bagi perempuan untuk menjaga diri dari pandangan fitnah yang sangat menakutkan!!

  Jilbab? kebanyakan anak muda meremehkan kewajibab berjilbabnya hanya karna alasan : panas , gak gaul , malu , belum ada perasaan ingin berjilbab , hati belum yakin , dan sebagainya .
Menurut saya pendapat mereka itu hanya ocehan gengsi tinggi semata karna tak ingin dikomentari temen-temennya gak gaul atau bahkan ada yang berpendapat bahwa munafik hanya untuk menutupi kejelekan hati semata .
Saya juga pernah mendengar kalo ada yang berpendapat "Jilbabkan hati dulu baru bisa jilbabkan kepala" . wah wah wah bukankah itu alasan yang tak wajar?? kalo menunggu jilbabkan hati dulu baru kepala sampai kapan kita akan mengenakan jilbab? ajal ngak ada yang tau kapan!! jika sampai mati hati belum bagus , maka sampai mati juga dong kita ngak mengenakan jilbab? betulkan?

Berbicara hati , hati itu adalah ruangan yang labil . Karena hati terkadang bisa baik , dan kadang bisa buruk !

Berbicara malu , bukankah seharusnya kita malu karna mempertontonkan Aurat kita? karna bagi yang mempertontonkan Aurat itu bisa dianggap enteng oleh orang bahkan disangaka sebagai perempuan yang tidak terhormat .

Jangan hubungkan menutup aurat dan perilaku dengan konjungsi “sehingga” , “atau” , atau “karena” !!

Kita memakai Jilbab SEHINGGA kita harus berperilaku yang baik. Bukan seperti itu, keduanya merupakan kewajiban yang emang harus dilaksanakan. Dan ngak bisa dibuat menjadi kalimat sebab-akibat . Yang nantinya ketika ada seseorang berperilaku jahat dan memakai jilbab, maka jilbabnya yg akan disalahkan “pake jilbab ko kaya gitu” benarkan? seharusnya jilbab jangan disangkut pautkan , cukup ngomong baik-baik dengan cara dukungan aja "kamu kan sudah memulai karir baru dengan jilbab? sekarang latihlah hati agar bisa sepadan dengan jilbabmu yang cantik itu".

Mungkin tulisan ini sedikit konfrontatif ya, bukannya ingin mengubah mindset seseorang atau memaksa seseorang . Hanya sekedar membagi cerita aja , Ketika perempuan berjilbab melakukan kesalahan . Jangan salahkan jilbabnya, tapi dukunglah hatinya agar dia mau menuntun ruang hatinya itu agar sepadan dengan jilbabnya , oke? ;)

"Dan sesungguhnya ketika kamu memakai jilbab hatimu akan lebih terjaga"

Wassalamualaykum^^,

Ku labuhkan hatiku pada Sang Pemilik Hati

Ku labuhkan hatiku pada Sang Pemilik Hati

images
Assalamu’alaikum, ukhti…..
Aku seorang mahasiswi semester 3 di salah satu Universitas di Yogyakarta. Umurku 19 tahun. Aku terlahir dari keluarga yang sangat menyayangiku. Aku belum berjilbab sejak kecil, karena itu orang tuaku tidak pernah memaksaku berjilbab. Saat kecil, aku hanya berjilbab kalau ke tempat mengaji saja. Justru aku lebih sering memakai jilbab saat aku SMA, awalnya aku berjilbab karena SMA ku berbasis Islam dan mewajibkan siswinya untuk memakai jilbab.
Dari situlah aku mulai terbiasa keluar rumah memakai jilbab, lambat laun ibuku pun malu tidak memakai jilbab karena anaknya berjilbab. Tapi, selama ini jilbab yang aku pakai hanya sekedar “hijab  gaul” layaknya anak zaman sekarang. Hijabku masih sering terawang dan tidak menutup dada. Itupun masih suka lepas pakai. Bahkan jeans sangat sering menghiasi tubuhku. Tidak pernah terlintas dibenakku untuk mengenakan hijab syari. Malah dulu aku risih jika melihat wanita berjilbab syari karena menurutku sangat repot dan menyulitkan kegiatan sehari – hari.
Tetapi, semua itu dulu. Sekarang semuanya mulai berubah ketika Allah mulai mengizinkan aku menemukan hidayahku. Sekarang aku lebih senang ketika melihat cermin. Aku melihat wanita yang lebih tenang dengan jilbab yang mengulur ke badannya. Ya. Alhamdulillah sekarang aku mulai mengenakan hijab syari. Belum lama memang. Baru sekitar 2 bulan ini tepatnya sejak tanggal 5 Mei 2015 aku putuskan diriku untuk menutup aurat sesuai dengan cara yang ditentukan Allah SWT. Aku semakin menyadari betapa Allah menyayangi hambaNya. Semua ketentuan yang Allah buat sebenarnya untuk kebaikan seluruh umatNya. Hanya Islam-lah yang mengatur hambanya dalam hal berpakaian. Betapa indah Islam jika kita mau menyadarinya.
Ketentuan Allah membuat wanita menjadi lebih cantik lahir dan batinnya. Berpakaian sesuai syariat Islam sangat melindungi pemakainya dari godaan syaitan, kejahatan dunia maupun nafsu sesama manusia yang bukan mahramnya.
Aku bersyukur Allah sangat menyayangiku. Ia membukakan mata, telinga, pikiran dan hatiku agar aku semakin dekat denganNya. Tentu, semua perubahan yang terjadi padaku tidak semata – mata datang begitu saja. Aku juga punya cerita hijrah yang lumayan seru. Hehe. Jalan gelap dan rumit telah aku lewati, bahkan aku sempat putus asa hingga akhirnya aku menemukan setitik cahaya yang membawaku kearah yang jauh lebih baik. Banyak hal yang membuatku ingin berhijab syari. Aku sangat bersyukur karena hasil rentetan masa lalu telah membawaku sampai sejauh ini. Apapun yang aku capai sekarang maupun di masa depan nanti, semua karena pelajaran di masa lalu begitu membekas dan mampu membentukku.
Aku akan mulai menceritakan beberapa pengalaman hidupku yang sangat membekas hingga akhirnya mampu membuatku menjadi pribadi yang lebih kuat dan jauh lebih baik. Sebelumnya aku meminta maaf jika ada beberapa orang yang akan aku ceritakan nanti. Aku sama sekali tidak bermaksud ingin menjelek – jelekkan ataupun niat buruk lainnya. Semua ini aku tulis karena aku ingin berbagi pengalaman agar pembaca mampu mengambil hikmah dari cerita hidupku.
Agar tidak semakin banyak generasi muda yang merasakan hal yang sama. Bukankah tanpa kita melakukannya pun  kita bisa mengetahui sesuatu yang tidak perlu dilakukan dari pengalaman orang lain? Semoga kita semua dapat mengambil banyak pelajaran dari berbagai kisah diri sendiri maupun orang lain. Aamiin Ya Rabb.
Tepatnya saat aku kelas 2 SMA, aku mencintai seorang lelaki yang sekelas denganku. Dia orang yang baik hati, tulus, penuh kasih sayang, dan sangat perhatian. Mungkin awalnya aku hanya sebatas suka saja, sampai tiba – tiba dia sakit sampai koma sekitar 2 bulan dan aku tidak bisa bertemu dengannya karena dia di rawat di RS luar kota. Sesekali kita hanya bertegur sapa lewat sms. Dan sejak itu aku mulai merasa sedikit kehilangan sapaannya di kelas. Tapi setelah dia sembuh dan mulai kembali beraktivitas seperti biasa meskipun badannya masih kurus lemah. Aku masih sangat ingat bagaimana wajah dan tubuhnya saat pertama kali memasuki kelas. Aku ingat begitu dia duduk dikelas dia melihat kearahku hanya saja aku pura – pura tidak melihatnya. Setelah beberapa hari, dia mengajakku ke suatu tempat yang memang aku sedang ingin kesana dan dia menyatakan perasaannya kepadaku. Dia bilang mulai menyukaiku sejak kelas 1 SMA hanya saja dulu aku sama sekali tidak pernah menoleh kearahnya. Iya karena aku baru mengenalnya saat kita sekelas di kelas 2. Saat itu 11 November 2012 jam 11, aku sangat ingat tanggal dan jam itu dimana aku dan dia mulai berpacaran.
Dulu, aku sama sekali tidak tahu kalau pacaran itu dilarang keras oleh agama. Menurutku selama kita bisa menjaga diri itu boleh – boleh saja. Padahal sebenarnya itu hanya rayuan syaithan agar aku mulai memasuki hal – hal yang Allah larang. Astaghfirullahal’adzim. Beberapa bulan aku bersamanya rasanya benar – benar nyaman. Padahal dulu aku tidak merasakan hal seperti ini bersamanya. Sekarang aku menjadi sering khawatir, cemas, bahkan berperasangka buruk ketika dia tidak disampingku. Aku benar – benar tidak suka jauh darinya. Tetapi, secara tidak sadar bahwa aku mulai jauh dari Allah.
Memang, kita sering sholat berjamaah saat kita sedang berdua tetapi setelah sholat dia mulai memandangku lagi. Aku suka cara dia memandangku. Matanya tajam dan indah. Wajahnya teduh saat dia berhadapan denganku. Bahkan aku suka mendengarkan detak jantungnya yang seirama dengan detak jantungku. Dan dulu aku tidak tahu bahwa zina mata seperti itulah sebagai awal setan gunakan untuk semakin menjauhkan manusia dari Allah. Astaghfirullah. Semakin lama kita semakin dekat sampai suatu hari dia membawaku ke rumahnya. Dia mengenalkanku pada keluarganya. Padahal saat itu aku belum dibolehkan pacaran oleh kedua orang tuaku. Namun, tidak aku sangka bahwa keluarganya merespon positif dan menerimaku dengan sangat baik. Bahkan mereka mengatakan bahwa dia sudah sering menceritakanku sebelumnya.
Tentu, aku bahagia karena ini pertama kalinya aku berkunjung kerumah pacarku. Kemudian dia meyakinkanku agar mulai membawanya kerumahku. Awalnya aku takut karena dari awal pun aku belum memberitahu orang tuaku kalau aku sudah berpacaran. Tapi, ternyata setelah aku membawanya kerumah, orang tuaku juga merespon baik terhadap hubungan kami. Tentu hal ini membuat kami semakin yakin terhadap hubungan kami. Sejak hari itu, dia jadi sering membicarakan tentang masa depan bersamaku. Dia bahkan sering mengatakan ingin menikahiku setelah kuliah dan sukses nanti. Banyak rencana masa depan yang dia rencanakan bersamaku. Hal ini membuatku yakin kepadanya, aku berharap bahwa kelak dialah jodohku. Keyakinan bersamanya semakin besar. Namun, berbagai masalah juga mulai ikut mewarnai hubungan kami, dari masalah yang kecil hingga kami memutuskan berpisah kemudian kembali lagi, berpisah lagi sampai beberapa kali.
Iya, awalnya memang aku dan dia tidak melakukan hal apa – apa seperti yang sering ibuku takutkan padaku. Tapi, semakin bertambah lama hubungan kami, dia jadi sering memeluk dan menciumku terutama ketika aku menangis. Dia juga sering menangis dihadapanku saat kita ada masalah. Padahal saat itu aku sudah memakai jilbab tetapi aku tidak malu ketika lelaki bukan mahramku berkali – kali menyentuhku. Astaghfirullah. Dulu, aku pikir seperti inilah cinta. Ketika pelukannya seketika bisa menenangkan hati. Ternyata salah. Itu semua hanya penenang sementara. Bahwa ada penenang sejati yang telah aku lupakan dan tidak pernah aku sadari.
Bagaimanapun nyaman dan tenangnya ketika lelaki dan wanita belum mahram, maka sesuatu itu tidak bisa disebut cinta. Itu hanya nafsu saja yang mengatasnamakan dirinya sebagai cinta. Padahal cinta itu fitrah dan suci datangnya dari Allah. Tidak semestinya kita menodai cinta dengan hal yang diharamkan Allah.
Semakin lama, kita jadi sering bertengkar hanya karena masalah – masalah sepele. Ketika hubunganku dengannya sedang tidak baik maka aku juga tidak dapat berkonsentrasi dengan baik di kelas. Nilaiku jadi jelek, aku sering melamun dikelas. Peringkatku bahkan anjlok. Aku tidak bisa fokus sekolah dengan baik. Dan dia justru terkena dampak yang menurutku lebih buruk daripada aku. Dia jadi sering bolos sekolah. Kalaupun masuk dikelas pasti duduk dipaling pojok buat tidur. Bahkan dia sering merokok sampai mabuk – mabukan setiap ada masalah. Sebenernya sejak dia seperti itu aku mulai capek menghadapinya karena dia tidak mengejarku untuk menyelesaikan masalah malah justru dia mabuk – mabukan. Aku jadi sering bingung dan tidak memperlakukannya dengan benar. Sering terlintas dipikiranku untuk mengakhiri saja hubungan ini tapi aku ingat keluarga kita yang sudah saling mendukung. Dan aku juga tidak bisa membayangkan akan jadi apa dia kalau aku memutuskan hubunganku dengannya. Di sisi lain aku juga tidak tega melihatnya menangis lagi, meskipun dia berkali – kali membuatku menangis.
Semua yang dia lakukan padaku aku anggap wajar dan selalu memaafkannya. Padahal mungkin ini tanda dari Allah bahwa sebenarnya dari awal hubungan ini memang tidak baik. Aku jadi sering termenung sendirian, aku sering menangis ketika aku berdoa, bahkan kesusahan tidur dan sering menangis ketika akan tidur. Saat aku sangat bingung dan benar – benar ingin menyudahi, lalu aku sholat istikharah sampai beberapa kali dan aku bermimpi dia masih menggandeng tanganku berjalan disuatu tempat saat kami berdua sudah tua. Tapi, entah kenapa keputusanku tetap ingin menyudahi hubunganku dengannya. Mungkin ini awal Allah akan menyelamatkanku dari hal – hal buruk selama ini. Tentu tidak mudah untuk mengakhiri hubungan yang lebih dari setahun berjalan ini. Aku hanya pasrah kepada Allah mungkin Dia akan menggantikan dengan yang lebih baik atau akan mempertemukan kita lagi disuatu tempat dan saat yang tepat.
Tapi, tidak bisa aku sembunyikan kalau aku memang masih benar – benar menyayanginya. Aku kira dengan berakhirnya hubunganku akan berakhir juga kesedihanku. Tapi ternyata tidak. Justru aku semakin merasa tidak tenang dan sedih hampir setiap hari karena aku selalu melihatnya di kelas setiap hari. Selain itu, ada lelaki lain yang mulai mendekatiku sampai akhirnya dia mendengar hal ini dan dia mungkin cemburu sampai dia pun mendekati wanita lain, temanku sendiri. Seperti disambar petir hatiku ketika tahu mereka dekat bukan hanya untuk sebatas teman. Padahal aku bukan pacarnya lagi sekarang dan tidak memiliki hak apapun untuk melarangnya dekat dengan siapa saja. Tapi, entah kenapa hati ini jadi dipenuhi dengki kepadanya. Sampai aku ingin muntah setiap kali melihatnya maupun melihat temanku itu. Astaghfirullahal’adzim. Betapa hebatnya setan mempengaruhi manusia. Aku pikir dengan membencinya bisa menghilangkan rasa cintaku.
Tapi ternyata aku salah. Sampai kita lulus dan sekolah di Universitas yang berbeda pun tetap saja aku masih memikirkannya setiap hari. Aku masih tidak rela melihatnya bersama wanita lain. Aku yang dulu ceria menjadi pribadi yang pendiam. Saat tersulit adalah dimana aku harus selalu terlihat tertawa tanpa siapapun tahu apa yang ada didalam hati. Disisi lain, aku juga berdoa agar dia diberi kesehatan dan kebahagiaan. Agar Allah selalu melindunginya dimanapun dia berada, menjaga hatinya dan mengampuni dosa – dosanya. Aku juga meminta Allah untuk mengingatkan dia sholat tepat waktu, agar Allah memberinya nafsu makan, dan diingatkan jika dia melakukan kesalahan.
Aku mulai mencintainya dalam diam, aku hanya berharap dia masih bisa merasakan doaku. Setelah semua hal menyakitkan itu perlahan – lahan berangsur pulih, sembari menyembuhkan hatiku aku berniat untuk tidak berpacaran selama setahun. Aku ingin menyendiri menyembuhkan semua rasa sakit hatiku.
Seiring waktu berjalan, aku sudah tidak pernah melihatnya lagi, tidak pernah berkomunikasi lagi, bahkan mendengar kabarnya saja jarang sekali. Aku hanya tahu dia ternyata melanjutkan kuliahnya di Universitas di Jogja juga. Memang, sering sekali rasa rindu datang menghampiri. Aku juga mulai berani bepergian tanpa jilbab lagi. Aku masih sering menangis ketika doaku mulai menyebut namanya. Rasanya hatiku tersayat – sayat hingga di penuhi luka. Rasanya dadaku terisi rongga menganga yang besar sekali dan tidak bisa aku lepas yang siap membaretkan lukanya setiap saat. Rasanya ini lebih dari sekedar patah hati. Bahkan aku sering tidak sadar kalau aku menangis di lamunanku, sampai air mataku kering dengan sendirinya.
Aku seperti tidak percaya lagi dengan akhir yang bahagia. Bahkan untuk hidup bahagia bersama orang yang dicintai seperti mimpi yang sangat jauh bagiku. Saat – saat itu aku benar – benar merasakan sedih yang sangat dalam. Teman – temanku satu persatu menghilang entah kemana. Padahal seharusnya aku bisa menyadari bahwa saat semua orang pergi dan aku sendirian, sebenarnya aku sedang berduaan dengan Allah. Hanya ada aku dan Allah. Tidak ada tempat bercerita kecuali Allah. Tidak ada yang mampu mendengarkan begitu banyak keluhanku selain Allah. Tidak ada yang dapat menenangkanku selain lantunan ayat – ayatNya. Allah yang begitu mencintaiku, mendengarkan semua keluh kesahku padahal aku sempat melupakanNya, durhaka padaNya dan jauh dariNya. Entah aku sempat menomor berapakan Allah dalam urusanku. Entah berapa kali sholatku menjadi tidak khusyuk karena urusan dunia. Entah seberapa banyak dosaku padaNya. Apakah Allah masih berkenan mengampuniku? Aku tidak dapat menemui ketenangan lain selain dekat bersamaNya. Pelan – pelan aku semakin sadar betapa Allah berkali – kali menyelamatkanku dari hal yang tidak baik.
Allah Maha Menyayangi hambanya. Dia menuntunku kearah yang lebih baik. Aku semakin senang dan teduh melihat wanita – wanita sholehah yang tenang hatinya dan menenangkan ketika mereka dipandang. Aku berpikir apakah bisa aku seperti mereka? Yang berlomba – lomba dalam kebaikan dan teguh hatinya di jalan Allah. Mereka yang istiqomah mengulurkan jilbabnya sampai kebadannya. Mereka yang santun dan lemah lembut ucapannya. Aku cemburu dengan mereka yang bisa selalu berdekat – dekatan dengan Allah. Tapi, apakah pantas seorang pendosa sepertiku berharap berdekat – dekatan dengan Allah Dzat Yang Maha Suci? Astaghfirullah’adzim. Pelan – pelan aku dekati mereka. Aku bertanya sejak kapan mereka berhijab syari. Aku ingin lebih banyak pengetahuan mengapa wanita harus berhijab. Mereka dengan senang hati menjelaskannya padaku. Tetap saja aku belum yakin, lalu aku googling semua hal yang ingin aku tau. Dan MasyaaALLAH betapa jilbab syari sangat melindungi pemakainya dari segala bentuk kejahatan dan nafsu duniawi. Perintah berhijab syari bisa banyak kita temukan dalam Al – Quran. Salah satunya pada Q.S An – Nur (24) : 31 yang artinya berbunyi:
“ Katakanlah kepada wanita yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; janganlah mereka menampakkan perhiasannya (auratnya) kecuali yang (biasa) tampak padanya. Dan hendaklah mereka mengulurkan kain kerudung ke dadanya.”
Bukan hanya pada ayat tersebut saja. Tetapi, banyak ayat yang mewajibkan kita menutup aurat. Ketika kita berhijab tetapi aurat tidak cukup tertutupi maka hal itu tidak dapat disebut sebagai hijab. Selama ini kita salah mengartikan hijab. Bahwa hijab digunakan untuk menutup aurat, dan aurat kita bukan hanya sekedar rambut saja melainkan seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Pakaian yang ketat dan terawang tidak cukup untuk menutupi bentuk tubuh kita. Selama ini aku hanya membaca Al – Quran saja tanpa pernah mau tau maksudnya, melaksanakan perintah dan menjauhi segala macam larangannya. Astagfirullahal’adzim.
Semakin hari, aku semakin ingin menutup auratku dengan sebenar – benarnya. Aku ingin menjadi wanita yang kelak siapapun yang memilikiku akan merasa beruntung. Aku tidak ingin orang tuaku menanggung dosaku karena aku tidak berhijab dengan baik. Aku sadar aku tidak memiliki banyak amalan yang dapat membawa orangtuaku ke surga. Cukup dengan tidak mendorong mereka ke neraka. Karena satu langkah aku keluar rumah tanpa menutup aurat berarti satu langkah pula aku mendorong ayahku ke neraka. Aku mulai merasa malu ketika melihat cermin aku melihat bentuk tubuhku dengan jelas terlihat. Aku mulai tidak percaya diri berjalan di keramaian dengan jeans membalut bentuk tubuhku dan jilbab pendek yang hanya menutupi kepala dan leher saja.
Aku juga malu dengan Allah karena aku tidak bisa menjalankan perintahNya yang paling sederhana ini padahal  semua nikmat dan kasih sayangNya kepadaku tidak bisa dihitung berapa banyaknya. Padahal Allah sudah bersabda di dalam Q.S Ar-Rahman bahwa “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” Setiap saat Allah berikan nikmat pada hidup kita. Keagungannya bahkan menjadikan nikmat didalam setiap masalah dan rasa sakit. Semakin hari aku semakin tidak nyaman dengan penampilanku. Tapi, aku takut anggapan orang – orang yang akan melihat perubahanku nanti. Aku takut orang tuaku tidak setuju. Aku takut orang lain mencemooh perubahanku. Aku takut nanti tidak bisa istiqomah dalam menjaga auratku. Hingga akhirnya seorang temanku menasehatiku bahwa hidayah itu tidak datang dengan sendirinya.
Kita perlu mencari dan menjemputnya agar hidayah datang mengetuk hati kita. Bahkan suatu ketidaksengajaan ketika aku menjemur pakaianku, terdengar nyanyian dari speaker masjid yang liriknya aku ingat sampai sekarang “Ku sadari akhirnya Kau tiada duanya, tempat memohon beraneka pinta, tempat berlindung dari segala marabahaya.” Mungkin sebelumnya kita sering mendengar lagu ini. Tapi aku sama sekali tidak pernah memikirkan apa maknanya. Padahal jelas sekali hanya kepada Allah kita dapat meminta semua hal dan beraneka macam hal yang kita inginkan. Hanya perlindungan Allah yang bisa menyelamatkan dari segala macam bahaya. MasyaaAllah.
Semakin hari hatiku semakin berontak dan tergugah untuk berhijab syari. Sampai aku mengikuti seminar hijab pada waktu itu narasumbernya Kak Meyda Sefira dan Bunda Yulia Rachma. Awal aku memasuki majlis aku serasa disambut puluhan bidadari cantik yang mengenakan hijab syari berwarna pink muda. Senyumnya cantik dan menenangkan. Aku malu memasuki majlis dengan rok ketat, baju nerawang dan hijab pendek. Hingga seminar dibuka dan kata – kata Kak Meyda yang masih aku ingat sampai sekarang bahwa menutup aurat itu perintah murni dari Allah. Berjilbab ataupun berhijab itu pilihan, tetapi menutup aurat itu wajib bagaimanapun caranya. Ketika ada seseorang bertanya bagaimana tips agar berani berhijab syari dan ia tidak bisa memberi tips yang tepat. Ia hanya menyarankan “Pakailah! Dan kamu akan tahu bagaimana rasanya.” Ia juga menyuruh kita agar bersyukur jika hati kita sudah tergugah panggilan untuk berhijab syari karena Allah telah menaruh keinginan pada hati kita dan tidak semua orang dipilih Allah untuk merasakannya. Alhamdulillah.
Aku pun semakin ingin berhijab syari dan menjaga pandanganku, menutup auratku dengan baik. Cukup sudah aku mengumbar bentuk tubuhku pada yang bukan mahramku. Aku ingin hanya suamiku saja kelak yang berhak atas cinta lahir dan batinku. Aku memberanikan diri mengutarakan keinginanku pada ibuku. Ketika ibuku ingin memberiku uang untuk membeli celana jeans aku menolaknya dan meminta agar ibu membelikanku baju – baju syari saja. Suaraku gemetar ketika memintanya. Dan ibu mendukungku bahkan ibuku juga ingin berpakaian panjang yang menutupi dadanya. Seketika aku pergi ke WC dan menangis karena sangat bahagia. Aku sudah tidak takut lagi dengan anggapan orang – orang nanti. Keinginanku lebih besar dari ketakutanku akan angggapan orang lain. Ketika kita berniat baik, Allah mendatangkan segala kemudahan darimana saja bahkan dari jalan yang tak pernah diduga. Aku meminta temanku untuk menemaniku mencari baju syari.
Ada satu temanku yang tertawa mendengar niatanku ini. Bahkan dia tidak yakin aku benar – benar ingin berubah. Tetapi itu semakin membuatku ingin membuktikan bahwa aku akan melakukan perubahan itu. Saat aku mencoba baju syari di salah satu toko dan menghadap ke cermin, MasyaaAllah aku seperti tidak melihat diriku sendiri. Aku ingin menangis melihat wanita yang ada dicermin itu. Aku tidak pernah menduga diriku akan mengenakan baju seperti ini. Hingga akhirnya aku mantap untuk berhijab syari dan Alhamdulillah teman – temanku merespon dengan sangat baik. Semua kekhawatiranku tidak terjadi, justru banyak dari mereka yang penasaran dan ingin berubah juga setelah melihat perubahanku. Bahkan mereka sering mengingatkan aku jika bajuku ketat ataupun terawang.
Aku merasa sangat beruntung memiliki mereka. Hatiku semakin nyaman dan tenang karena pakaianku sekarang selalu mengingatkanku untuk lebih dekat dengan Allah dan mengontrol diriku dari hal – hal buruk yang tidak perlu aku lakukan. Perlahan, sikapku juga mulai mengalami perubahan. Alhamdulillah. Benar, tidak perlu menunggu hati yang baik untuk berjilbab. Karena jilbab ini yang kelak akan mengingatkanmu dari segala hal buruk. Jilbab ini yang akan melindungimu, yang akan mengontrol perilaku, nafsu dan amarahmu. Ingat bahwa menutup aurat itu murni perintah Allah, tidak ada tawar – menawar untuk hal itu. Bagaimanapun baik buruknya akhlak seseorang, dia tetap harus menutup auratnya. Sama sekali tidak ada alasan untuk bisa mengumbar aurat.
Aku senang melihat diriku yang sekarang. Aku semakin yakin dan mantap dalam hijrahku. Tapi, tidak sampai disitu. Ketika aku berusaha istiqomah dalam hijrahku, justru teman – temanku mendorongku agar aku mulai berani menjalin komunikasi yang baik lagi dengan dia, mantanku yang masih aku cintai dalam diam sampai sekarang. Aku takut hal ini akan menggoyahkan hijrahku. Tetapi, dengan dukungan mereka akhirnya aku mau memulai menyapa dia lagi. Bukankah silaturahmi diantara sesama muslim harus tetap saling terjaga? Pikirku pada awalnya. Aku tidak menyangka kalau dia justru meresponku dengan sangat baik.
Kita sering bertukar cerita. Aku jadi mulai mengharapkannya lagi dan ingin selalu berkomunikasi dengannya. Padahal seharusnya aku tahu bahwa ini adalah ujianku dalam berhijrah. Sebenarnya aku takut hal ini akan kembali menjauhkan aku dari Allah. Aku ingin Allah menghapus saja rasa cintaku padanya, aku juga sudah benar – benar capek selama ini mencintainya. Aku terus memohon agar Allah menghapus rasa cintaku ini. Tapi, disaat aku benar – benar capek dan tidak ingin berharap lagi kepadanya tiba – tiba dia mengajakku bertemu. Saat itu bulan Ramadhan dan hampir memasuki libur lebaran. Dia mengajakku sahur bareng di Jogja sebelum kita pulang ke kampung halaman. Dia menjemputku dan kita pergi berdua berkeliling Jogja di malam menjelang pagi hari. Sepanjang jalan dia bercerita banyak hal kepadaku.
Entah kenapa rasa rindu dan sakit hati yang selama ini aku pendam seperti terobati begitu saja. Padahal seharusnya aku tahu kalau ini tidak dibolehkan Allah. Lagi lagi ini adalah ujianku dalam berhijrah. Memang aku senang setelah bertemu dengannya, tapi aku juga merasa ada hal yang berubah darinya. Aku berharap dia semakin menjadi pribadi yang lebih baik, tetapi sepertinya tidak seperti itu. Memang itu pilihan hidupnya dan tidak seharusnya aku ikut campur dengan hidupnya yang sekarang. Aku hanya berharap dia selalu bahagia dengan setiap pilihannya dan baik – baik saja. Entah dia jodohku atau bukan, aku tetap berharap dia selalu menjadi laki – laki yang baik.
Bukankah hidup itu pilihan dan kita sendiri yang menentukan hidup kita akan memilih yang mana. Sudah semestinya kita tahu bahwa apapun yang kita pilih haruslah kebaikan dan kebaikan saja. Memang, ada hal – hal yang sering aku rindukan yang masih dapat aku temui pada dirinya. Tetapi, lebih dari itu aku merasa lebih takut jika Allah marah lagi padaku. Sejujurnya aku sudah benar – benar capek mencintainya, aku ingin berhenti mencintainya dan dapat membuka hati untuk orang lain yang lebih baik tapi aku tidak tahu bagaimana cara melakukannya. Aku takut rasa cintaku padanya lebih besar daripada rasa cintaku padaNya. Naudzubillah. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk mengutarakan perasaanku dan berhenti berharap padanya. Aku harap jika dia sudah tahu perasaanku maka aku akan lega dan ikhlas untuk benar – benar meninggalkannya. Aku ingin menjauh lagi dan berharap satu – satunya pada Allah. Aku selalu berdoa agar apapun yang terjadi akan semakin mendekatkan aku dengan Allah. Dan benar, lagi – lagi Allah menyelamatkanku.
Aku mengutarakan perasaanku dan dia mengatakan bahwa saat ini dia hanya menganggapku sebatas teman curhat dan saudara. Bahkan menurutku dia sedang mencintai seorang wanita, dan tentu itu bukan aku. Dia datang lagi hanya untuk meredakan rasa rinduku kemudian menghilang lagi. Malah dia meninggalkan luka  lagi dan lagi. Entah kenapa setiap aku melihat wajahnya aku merasa dia mempunyai beribu – ribu pedang yang siap melukaiku kapan saja. Bahkan saat mengingat dia pun aku terluka. Mungkin Allah tahu saat ini iman ku masih lemah karenanya Ia jauhkan aku darinya agar aku selamat. Aku sangat bersyukur akan hal itu. Sakit memang mengingat kata – kata yang dia lontarkan. Tapi aku tahu aku kuat dan pernah bisa melewati hal yang lebih sakit dari ini sebelumnya. Jika kita pernah selamat dari badai, kenapa harus menggigil terkena hujan?
Bagaimanapun juga hatiku harus lebih kuat daripada rasa sakit apapun. Bukankah Tuhanku Maha Besar dan jauh lebih besar dari masalah – masalahku? Jika kita masih saling mencintai, mungkin kita akan kembali jauh lagi dari Allah seperti dulu. Bukankah Allah benar – benar menyelamatkanku berkali – kali? Terimakasih ya Allah. Sekarang aku tahu, dia tidak cukup baik untuk diriku saat ini. I close my eyes and let it go! Aku harap Engkau dapat memberikan seseorang yang lebih baik untuk mendampingi diriku nanti, atau jika sebenarnya memang dia orangnya tolong pertemukan kami dengan caramu yang lebih indah pada keadaan dan waktu yang tepat, dimana kami sudah siap dan pantas Engkau sandingkan. Aku tidak menyesali apapun karena semua rasa sakit dihatiku akan semakin mendekatkanku pada Allah. Ibarat pil pahit, ia mesti ditelan agar badan sehat kembali. Without the dark we’d never see the stars, right? Aku mengutip dari sebuah novel bahwa “akhirnya seseorang menyadari bahwa dia perlu jatuh cinta dengan orang yang salah untuk menemukan dirinya yang sesungguhnya.” Dan aku rasa itu yang terjadi padaku.
Ampuni aku yang sering lalai karena kesenangan duniawi, Ya Allah. Kasihani aku yang sering mengingatmu saat aku sedih saja dan ampuni aku karena aku sering lupa saat aku senang. Karena pada hakikatnya manusia akan mendekat pada Allah jika ia diberi kesusahan, tapi saat diberi kesenangan dia akan lupa. Tetapi sebagai hamba yang baik seharusnya kita bisa mengingat dan berbagi segala hal pada Allah, baik itu kesenangan maupun kesusahan. Bukankah kesenangan pun termasuk ujian dariNya? Aku percaya janjimu pasti benar bahwa setiap makhluk di dunia ini Engkau ciptakan berpasang – pasangan dan sungguh laki – laki yang baik untuk wanita yang baik dan sebaliknya. Ampuni aku jika menjauhnya aku darinya mungkin sempat membuat silaturahmi kami terganggu. Tapi, hamba yakin Engkau lebih tahu mengapa aku melakukannya.
Terimakasih atas nikmatmu yang telah mengizinkan aku merasakan bagaimana indahnya dan sakitnya pernah benar – benar mencintai seseorang. Aku tahu rasa ini tidak semestinya. Aku tidak ingin mencintai makhlukMu dengan lebih besar daripada aku mencintaiMu. Bukankah aku juga punya orang tua yang butuh cintaku? Ingatlah orang tua kita, pandangi wajahnya. Apa sudah cukup cinta yang kita berikan kepadanya selama ini? Memang cinta adalah anugrah terindah yang Allah berikan. Tapi tidak sepatutnya kita mencintai dengan cara yang salah. Kita harus pandai dalam mencintai. Kita harus selalu ingat bahwa hanya Allah-lah yang pantas dicintai dengan sebesar – besarnya. Bukankah hanya cinta kepada Allah yang tidak akan bertepuk sebelah tangan? Mencintai Allah dan Rasulullah tidak hanya membuat hati kita lebih tentram tapi juga menuntun langkah kita menuju surga dan bertemu dengan Allah dan Rasulullah. Ya Allah, sungguh kekuasaanMu meliputi segala hal. Sungguh, Engkaulah yang Maha membolak – balikkan perasaan hambaMu.
Aku berlindung dari segala hal yang berlebih – lebihan. Dari semua hal yang terjadi padaku, pasti Engkau punya alasan dan tujuan yang baik yang ingin Engkau tunjukkan padaku. Bukankah setiap orang memiliki ujiannya masing – masing. Dan ujian Allah tidak pernah melampaui batas kemampuan hambanya. Semua yang terjadi agar terangkat derajat kita. Bukankah Allah Maha Adil dan Hakim yang terbaik. Dia juga Maha Penyayang dari para penyayang. Aku yakin suatu saat nanti aku akan tersenyum melihat jalan yang telah aku lewati. Aku akan tersenyum karena saat hal yang aku inginkan tidak terjadi sesungguhnya Allah sedang menyelamatkanku. Aku merasa masih jauh dari hamba yang baik untukMu ya Rabb. Aku malu ketika Allah mengabulkan doaku dan mencukupi segala macam kebutuhanku meskipun aku tak pernah memintanya padahal ibadahku cacat dan aku belum bisa menjadi hambaNya yang cukup baik.
Allah menyayangiku tanpa syarat seperti tidak peduli berapapun dosa yang telah kulakukan padaNya. Allah selalu sempurna mencintaiku meskipun aku tak sempurna mencintaiNya. Terimakasih ya Allah. Aku mau TAAT. Izinkan aku untuk selalu memperbaiki diri. Bukankah Allah menyukai orang – orang yang bertaubat dan membersihkan diri? Ampuni aku dengan semua kelemahan dan kebodohanku ya Allah. Selalu berprasangka baik lah pada Allah dan pada semua orang. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan kita (manusia) tidak mengetahui.
Kini, aku tidak lagi berharap padanya, satu – satunya yang aku harapkan hanya ridho dariNya. Memang aku sering sekali rindu akan kebersamaan dengan keluarganya, tapi aku hanya bisa berdoa agar kita semua diberikan yang terbaik menurutNya, diampuni segala dosa dan mendapatkan perlindunganNya. Aku tidak lagi ingin berhenti pacaran selama setahun saja, tapi aku ingin benar – benar berhenti pacaran sampai aku menikah nanti. Aku berdoa agar aku tidak melakukan hal yang menyakitkan seperti ini pada orang lain, aku juga tidak ingin orang lain merasakan hal yang sama. Aku tidak lagi berdoa agar Allah menghapus rasa cintaku padanya. Karena aku tahu Allah-lah yang menganugerahi semua rasa yang ada pada hatiku. Biarlah rasa cinta ini menjadi urusanku dengan Allah. Biarlah Allah menjadi pengendali setiap rasa dihatiku. Biarlah rasa cinta ini menjadi ladang kesabaranku, pembelajaranku tentang keikhlasan dan proses pendewasaanku. Memang, sesekali hatiku akan kembali sakit dan kembali terasa sesak. Tapi aku bersyukur karena semua rasa itu akan lebih menguatkanku dan membuatku lebih dekat lagi dan lagi denganNya.
Aku serahkan segala rasa yang ada dihatiku kepada Allah. Aku asyik berdoa dan berdekat – dekatan dengan Allah karena aku bisa merasakan dan memperhatikan bagaimana rasa sakitku mereda karenaNya. Allah is the best healing ever! Aku melabuhkan hatiku satu – satunya hanya kepadaNya Dzat Sang Pemilik hati. Saat aku berusaha mendekatiNya dengan tertatih – tatih, aku bisa merasakan Dia selalu membantu mengangkat tubuhku setiap aku jatuh, menyemangatiku setiap aku mulai merasa lelah, menuntunku sejak pertama kali aku mulai melangkahkan kakiku. Dan aku tahu Dia sangat menyayangiku dan selalu ada untukku. Dia tidak pernah mengacuhkanku meskipun aku sering mengacuhkanNya berkali – kali. Bukankah Allah telah bersabda pada Q.S Al- Insyirah bahwa setiap kesulitan pasti akan ada kemudahan? Cukuplah Allah yang menjadi penolong kami dan Dialah sebaik baik pelindung. Aku percaya dengan kekuatan doa. Bukankah sejak zaman nabi doalah yang menjadikan umat muslim kuat hingga sekarang?
Doa mendekatkan yang jauh. Doa menguatkan yang lemah. Doa mengembalikan harapan setelah keputus – asaan. Doa adalah jawaban dari permasalahan hidup. Bahwa orang yang paling tenang adalah orang yang percaya bahwa tidak ada satupun yang terjadi tanpa seijin Allah. Saat musibah datang kepada kita hingga kita tidak tahu harus berbuat apa maka kembalilah pada Al-Quran. Bukankah Allah telah berfirman didalamnya bahwa cukuplah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Bersabarlah dan jangan tinggalkan sholat. Adukan setiap keluh kesah kita padaNya. Allah dulu, Allah lagi, Allah terus.
Bersabarlah, akan ada waktunya nanti kita dihormati dengan pernikahan, karena tidak ada penghormatan bagi wanita sebaik dinikahi. Yakinlah bahwa kamu juga akan dipertemukan dengan dia yang menjaga diri, karena kamu juga menjaga dirimu. Ataukah keyakinan itu tidak ada? Ataukah prasangka baik padaNya memang tidak pernah kita tanamkan dalam hati kita? Kita meninggalkan sesuatu karena kita meyakini ada ganti yang lebih baik. Apalagi dalam hal pasangan hidup. Allah menjamin dan itu cukup. Wahai hati, kumohon kau untuk bersabar agar kita mengikuti cara yang Dia kehendaki, InsyaAllah kita akan mendapatkan yang terbaik. Wahai hati, tolong jangan memberontak. Gantungkanlah harapanmu hanya pada Allah agar kau tak meraung kesempitan. Sudah siapkah kau untuk dipertemukan dengan dia, seseorang yang telah kau tunggu dalam penjagaan dirimu dan perbaikan akhlaqmu? Bisakah kau bayangkan betapa bahagia dirinya yang akan mendapatkanmu jika mendengar kaulah wanita yang berusaha menjaga diri, menjaga hati bahkan memperbaiki akhlaqmu karena menginginkan calon imam yang juga menjaga diri, hati dan akhlaqnya untukmu? Sudah siapkah kau disatukan dengan dia, lelaki yang siap menjadi imam sholatmu, yang akan kau amini doanya, yang akan menjadi imam keluargamu, imam lahir dan batinmu?
Sudah siapkah kau menjadi makmum yang baik untuknya? Makmum yang senantiasa menyediakan telinga, mulutnya, matanya, tangannya, pikirannya hingga hatinya untuk menenangkan segala keluh kesah dan letih tentang dunianya? Makmum yang akan menjadi rumah untuk pulang sejauh apapun imammu berkelana? Siapkah kau dipandangi olehnya dan memandanginya dengan cara yang halal? Siapkah kau membuatnya tersenyum tanpa syarat setiap kali dia melihat parasmu? Siapkah kau melihat tatapan cintanya setiap saat? Siapkah kau saling bercerita tentang segala hal dengan dia yang engkau harapkan menjadi jodoh di dunia dan akhiratmu? Percayalah, Allah mendengar semua doa – doa kita. Allah pasti mengabulkan yang terbaik untuk kita. Jika pilihan kita tidak dikabulkan olehNya maka kita seharusnya bisa lebih bersyukur karena kita akan mendapatkan pilihanNya. Dan pilihanNya lah yang selalu tepat dan terbaik. Iya memang kita punya rencana, kau punya rencana bahkan dia juga pasti punya rencana. Tetapi, Allah juga punya rencana yang TERBAIK.
Iya kita mungkin memiliki bayangan setahun dua tahun akan seperti apa hidup kita dengan apa yang menjadi pilihan kita. Tapi, setelah itu? Hanya Allah sajalah yang tahu hidup kita akan seperti apa, Allah yang tahu apa kebutuhan hidup kita dimasa mendatang. Allah jauh lebih tahu seperti apa hidup kita dalam masa yang sangat lama. Bahkan hanya Allah kan yang tahu kapan umur kita berakhir di dunia ini? Jadi, percayalah sama Allah. Dia menyayangi kita, Dia Maha Pemberi yang terbaik. Mintalah padaNya yang terbaik, Allah pasti akan memberikannya, mengabulkan satu – persatu doamu pada keadaan yang tepat, waktu yang tepat, di tempat yang tepat dan untuk alasan yang tepat dengan caraNya yang Maha Luas dan pasti indah. Percayakan? Bersabarlah sedikit lagi. Bukankah tidak ada penantian yang sia – sia dijalanNya? Bukankah setiap kesabaran akan berbuah manis? Bukankah janji Allah pasti benar dan hanya Allah-lah yang Maha Menepati Janji? Bukankah kita diajarkan oleh langit tentang arti kesabaran bahwa ia luas dan tak terbatas? MasyaaAllah. Jadi, bersabarlah wahai hati. Penuhi hatimu dengan hal – hal baik sehingga hal buruk sama sekali tidak bisa menjadi pengisi ruang sekecil apapun dihatimu.
Banyak hal yang terjadi padaku yang lebih tidak bisa aku ungkapkan dengan kata – kata. Aku sering tercengang dengan kekuasaan Allah yang begitu luas. Dia- lah Dzat yang Maha Kuasa Atas Segala Sesuatu. Terimakasih Allah telah membukakan hati, mata, telinga dan pikiranku. Terimakasih kepada semuanya karena kalianlah aku berani menjemput hidayahku. Mari kita bersama – sama mendekatkan diri pada Dzat yang telah menciptakan kita. Mari Labuhkan hati kita satu – satunya hanya kepada Dzat Sang Maha Pemilik Hati. Bukalah matamu, lihatlah didepan matamu sesungguhnya kuasa Allah sangatlah luas dan indah. Bukalah telingamu, disekitarmu ada suara yang hanya bisa kau dengarkan dengan keyakinan hati. Dan bukalah hatimu, agar kau bisa merasakan nikmat kuasanya yang begitu indah dan kau akan tercengang betapa sayangnya Allah pada hambaNya. Biarlah hatimu bergetar karena melihat, mendengar dan merasakan kekuasaanNya. Apalah daya kita di dunia ini tanpa pertolonganNya. Kita lemah tanpaNya. Kita tidak mempunyai apapun tanpa kasih sayangNya. Sungguh apalah arti memiliki? Ketika diri kita sendiri pun bukanlah milik kita. Masih pantaskah kita sombong, angkuh dan tidak mau berdoa kepadaNya Dzat Yang Memiliki segala yang dibumi maupun dilangit? Dzat yang Memiliki kekuasaan yang sangat luas.
Semoga kisah hijrah ku semakin memantapkan hati kita untuk tetap istiqomah berada di jalanNya. Sama sekali tidak ada niat menggurui, kita sama – sama belajar. Hadirilah majlis – majlis yang mendatangkan manfaat dan semakin memperkuat iman kita. Perbanyak persahabatan yang baik dan tulus, yang mengajak kita ke tempat yang baik dan membuat kita lebih ringan untuk berbuat kebaikan. Berkumpullah dengan orang – orang yang saleh agar kita senantiasa istiqomah dijalanNya. Semoga kita semua dapat mengambil pelajaran dari setiap hal yang terjadi pada hidup kita. Saat kita mendapatkan masalah yang berat, cobalah untuk jangan langsung mencari solusi. Tetapi, mohonlah ampunanNya karena bisa jadi ujian yang berat datang karena dosa – dosa kita. Ingatlah bahwa kematian tidak menunggu kita bertaubat. Kematian tidak kenal waktu, usia dan amal hambaNya. Dan kematian itu pasti terjadi pada setiap umatNya yang bernyawa. Sudah siapkah kita berhadapan dengan sakitnya sakaratul maut? Apa yang akan kita katakan pada para malaikat nanti? Bisakah kita menjadi hamba terpilih yang dapat bertemu dengan Allah dan Rasulullah? Mari kita persiapkan diri. Jangan kotori cerita hidup kita dengan hal yang penuh dosa. Bersihkan diri! Sesungguhnya Allah mencintai orang bertaubat dan orang – orang yang membersihkan diri. Semoga kelak kita semua bisa bertemu di surga Allah nantinya. AAMIIN YA RABBAL’ALAMIN.
Jazakumullah katsiran.
Wassalamu’alaikum.

Saudariku, Apa yang Menghalangimu untuk Berjilbab? (1)

Saudariku, Apa yang Menghalangimu untuk Berjilbab? (1)

Saudariku, berjilbab bukan hanya sebuah identitas bagimu untuk menunjukkan bahwa engkau adalah seorang muslimah. Tetapi jilbab adalah suatu bentuk ketaatanmu kepada Allah Ta'ala


hijab-tutorial-syari-islami
Saudariku…
Seorang mukmin dengan mukmin lain ibarat cermin. Bukan cermin yang memantulkan bayangan fisik, melainkan cermin yang menjadi refleksi akhlak dan tingkah laku. Kita dapat mengetahui dan melihat kekurangan kita dari saudara seagama kita. Cerminan baik dari saudara kita tentulah baik pula untuk kita ikuti. Sedangkan cerminan buruk dari saudara kita lebih pantas untuk kita tinggalkan dan jadikan pembelajaran untuk saling memperbaiki.
Saudariku…
Tentu engkau sudah mengetahui bahwa Islam mengajarkan kita untuk saling mencintai. Dan salah satu bukti cinta Islam kepada kita –kaum wanita– adalah perintah untuk berjilbab. Namun, kulihat engkau masih belum mengambil “kado istimewa” itu. Kudengar masih banyak alasan yang menginap di rongga-rongga pikiran dan hatimu setiap kali kutanya, “Kenapa jilbabmu masih belum kau pakai?” Padahal sudah banyak waktu kau luangkan untuk mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang perintah jilbab. Sudah sekian judul buku engkau baca untuk memantapkan hatimu agar segera berjilbab. Juga ribuan surat cinta dari saudarimu yang menginginkan agar jilbabmu itu segera kau kenakan. Lalu kenapa, jilbabmu masih terlipat rapi di dalam lemari dan bukan terjulur untuk menutupi dirimu?

Mengapa Harus Berjilbab?

Mungkin aku harus kembali mengingatkanmu tentang alasan penting kenapa Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan perintah jilbab kepada kita –kaum Hawa- dan bukan kepada kaum Adam. Saudariku, jilbab adalah pakaian yang berfungsi untuk menutupi perhiasan dan keindahan dirimu, agar dia tidak dinikmati oleh sembarang orang. Ingatkah engkau ketika engkau membeli pakaian di pertokoan, mula-mula engkau melihatnya, memegangnya, mencobanya, lalu ketika kau jatuh cinta kepadanya, engkau akan meminta kepada pemilik toko untuk memberikanmu pakaian serupa yang masih baru dalam segel. Kenapa demikian? Karena engkau ingin mengenakan pakaian yang baru, bersih dan belum tersentuh oleh tangan-tangan orang lain. Jika demikian sikapmu pada pakaian yang hendak engkau beli, maka bagaimana sikapmu pada dirimu sendiri? Tentu engkau akan lebih memantapkan ‘segel’nya, agar dia tetap ber’nilai jual’ tinggi, bukankah demikian? Saudariku, izinkan aku sedikit mengingatkanmu pada firman Rabb kita ‘Azza wa Jalla berikut ini,
“Katakanlah kepada wanita-wanita beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak daripadanya.'” (Qs. An-Nuur: 31)
Dan firman-Nya,
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzaab: 59)
Saudariku tercinta, Allah tidak semata-mata menurunkan perintah jilbab kepada kita tanpa ada hikmah dibalik semuanya. Allah telah mensyari’atkan jilbab atas kaum wanita, karena Allah Yang Maha Mengetahui menginginkan supaya kaum wanita mendapatkan kemuliaan dan kesucian di segala aspek kehidupan, baik dia adalah seorang anak, seorang ibu, seorang saudari, seorang bibi, atau pun sebagai seorang individu yang menjadi bagian dari masyarakat. Allah menjadikan jilbab sebagai perangkat untuk melindungi kita dari berbagai “virus” ganas yang merajalela di luar sana. Sebagaimana yang pernah disabdakan oleh Abul Qasim Muhammad bin ‘Abdullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang artinya,
“Wanita itu adalah aurat, jika ia keluar rumah, maka syaithan akan menghiasinya.” (Hadits shahih. Riwayat Tirmidzi (no. 1173), Ibnu Khuzaimah (III/95) dan ath-Thabrani dalam Mu’jamul Kabiir (no. 10115), dari Shahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhuma)
Saudariku, berjilbab bukan hanya sebuah identitas bagimu untuk menunjukkan bahwa engkau adalah seorang muslimah. Tetapi jilbab adalah suatu bentuk ketaatanmu kepada Allah Ta’ala, selain shalat, puasa, dan ibadah lain yang telah engkau kerjakan. Jilbab juga merupakan konsekuensi nyata dari seorang wanita yang menyatakan bahwa dia telah beriman kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Selain itu, jilbab juga merupakan lambang kehormatan, kesucian, rasa malu, dan kecemburuan. Dan semua itu Allah jadikan baik untukmu. Tidakkah hatimu terketuk dengan kasih sayang Rabb kita yang tiada duanya ini?
“Aku Belum Berjilbab, Karena…”
1. “Hatiku masih belum mantap untuk berjilbab. Jika hatiku sudah mantap, aku akan segera berjilbab. Lagipula aku masih melaksanakan shalat, puasa dan semua perintah wajib kok..”
Wahai saudariku… Sadarkah engkau, siapa yang memerintahmu untuk mengenakan jilbab? Dia-lah Allah, Rabb-mu, Rabb seluruh manusia, Rabb alam semesta. Engkau telah melakukan berbagai perintah Allah yang berpangkal dari iman dan ketaatan, tetapi mengapa engkau beriman kepada sebagian ketetapan-Nya dan ingkar terhadap sebagian yang lain, padahal engkau mengetahui bahwa sumber dari semua perintah itu adalah satu, yakni Allah Subhanahu wa Ta’ala?
Seperti shalat dan amalan lain yang senantiasa engkau kerjakan, maka berjilbab pun adalah satu amalan yang seharusnya juga engkau perhatikan. Allah Ta’ala telah menurunkan perintah hijab kepada setiap wanita mukminah. Maka itu berarti bahwa hanya wanita-wanita yang memiliki iman yang ridha mengerjakan perintah ini. Adakah engkau tidak termasuk ke dalam golongan wanita mukminah?
Ingatlah saudariku, bahwa sesungguhnya keadaanmu yang tidak berjilbab namun masih mengerjakan amalan-amalan lain, adalah seperti orang yang membawa satu kendi penuh dengan kebaikan akan tetapi kendi itu berlubang, karena engkau tidak berjilbab. Janganlah engkau sia-siakan amal shalihmu disebabkan orang-orang yang dengan bebas di setiap tempat memandangi dirimu yang tidak mengenakan jilbab. Silakan engkau bandingkan jumlah lelaki yang bukan mahram yang melihatmu tanpa jilbab setiap hari dengan jumlah pahala yang engkau peroleh, adakah sama banyaknya?
2. “Iman kan letaknya di hati. Dan yang tahu hati seseorang hanya aku dan Allah.”
Duhai saudariku…Tahukah engkau bahwa sahnya iman seseorang itu terwujud dengan tiga hal, yakni meyakini sepenuhnya dengan hati, menyebutnya dengan lisan, dan melakukannya dengan perbuatan?
Seseorang yang beramal hanya sebatas perbuatan dan lisan, tanpa disertai dengan keyakinan penuh dalam hatinya, maka dia termasuk ke dalam golongan orang munafik. Sementara seseorang yang beriman hanya dengan hatinya, tanpa direalisasikan dengan amal perbuatan yang nyata, maka dia termasuk kepada golongan orang fasik. Keduanya bukanlah bagian dari golongan orang mukmin. Karena seorang mukmin tidak hanya meyakini dengan hati, tetapi dia juga merealisasikan apa yang diyakininya melalui lisan dan amal perbuatan. Dan jika engkau telah mengimani perintah jilbab dengan hatimu dan engkau juga telah mengakuinya dengan lisanmu, maka sempurnakanlah keyakinanmu itu dengan bersegera mengamalkan perintah jilbab.
3. “Aku kan masih muda…”
Saudariku tercinta… Engkau berkata bahwa usiamu masih belia sehingga menahanmu dari mengenakan jilbab, dapatkah engkau menjamin bahwa esok masih untuk dirimu? Apakah engkau telah mengetahui jatah hidupmu di dunia, sehingga engkau berkata bahwa engkau masih muda dan masih memiliki waktu yang panjang? Belumkah engkau baca firman Allah ‘Azza wa Jalla yang artinya,
“Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, jika kamu sesungguhnya mengetahui.” (Qs. Al-Mu’minuun: 114)
“Pada hari mereka melihat adzab yang diancam kepada mereka, (mereka merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) waktu pelajaran yang cukup.” (Qs. Al-Ahqaaf: 35)
Tidakkah engkau perhatikan tetanggamu atau teman karibmu yang seusia denganmu atau di bawah usiamu telah menemui Malaikat Maut karena perintah Allah ‘Azza wa Jalla? Tidakkah juga engkau perhatikan si fulanah yang kemarin masih baik-baik saja, tiba-tiba menemui ajalnya dan menjadi mayat hari ini? Tidakkah semua itu menjadi peringatan bagimu, bahwa kematian tidak hanya mengetuk pintu orang yang sekarat atau pun orang yang lanjut usia? Dan Malaikat Maut tidak akan memberimu penangguhan waktu barang sedetik pun, ketika ajalmu sudah sampai. Setiap hari berlalu sementara akhiratmu bertambah dekat dan dunia bertambah jauh. Bekal apa yang telah engkau siapkan untuk hidup sesudah mati? Ketahuilah saudariku, kematian itu datangnya lebih cepat dari detak jantungmu yang berikutnya. Jadi cepatlah, jangan sampai terlambat…
4. “Jilbab bikin rambutku jadi rontok…”
Sepertinya engkau belum mengetahui fakta terbaru mengenai ‘canggih’nya jilbab. Dr. Muhammad Nidaa berkata dalam Al-Hijaab wa Ta’tsiruuha ‘Ala Shihhah wa Salamatus Sya’ri tentang pengaruh jilbab terhadap kesehatan dan keselamatan rambut,
“Jilbab dapat melindungi rambut. Penelitian dan percobaan telah membuktikan bahwa perubahan cuaca dan cahaya matahari langsung akan menyebabkan hilangnya kecantikan rambut dan pudarnya warna rambut. Sehingga rambut menjadi kasar dan berwarna kusam. Sebagaimana juga udara luar (oksigen) dan hawa tidaklah berperan dalam pertumbuhan rambut. Karena bagian rambut yang terlihat di atas kepala yang dikenal dengan sebutan batang rambut tidak lain adalah sel-sel kornea (yang tidak memiliki kehidupan). Ia akan terus memanjang berbagi sama rata dengan rambut yang ada di dalam kulit. Bagian yang aktif inilah yang menyebabkan rambut bertambah panjang dengan ukuran sekian millimeter setiap hari. Ia mendapatkan suplai makanan dari sel-sel darah dalam kulit.
Dari sana dapat kita katakan bahwa kesehatan rambut bergantung pada kesehatan tubuh secara umum. Bahwa apa saja yang mempengaruhi kesehatan tubuh, berupa sakit atau kekurangan gizi akan menyebabkan lemahnya rambut. Dan dalam kondisi mengenakan jilbab, rambut harus dicuci dengan sabun atau shampo dua atau tiga kali dalam sepekan, menurut kadar lemak pada kulit kepala. Maksudnya apabila kulit kepala berminyak, maka hendaklah mencuci rambut tiga kali dalam sepekan. Jika tidak maka cukup mencucinya dua kali dalam sepekan. Jangan sampai kurang dari kadar ini dalam kondisi apapun. Karena sesudah tiga hari, minyak pada kulit kepala akan berubah menjadi asam dan hal itu akan menyebabkan patahnya batang rambut, dan rambut pun akan rontok.” (Terj. Banaatunaa wal Hijab hal. 66-67)
5. “Kalau aku pakai jilbab, nanti tidak ada laki-laki yang mau menikah denganku. Jadi, aku pakai jilbabnya nanti saja, sesudah menikah.”
Wahai saudariku… Tahukah engkau siapakah lelaki yang datang meminangmu itu, sementara engkau masih belum berjilbab? Dia adalah lelaki dayyuts, yang tidak memiliki perasaan cemburu melihatmu mengobral aurat sembarangan. Bagaimana engkau bisa berpendapat bahwa setelah menikah nanti, suamimu itu akan ridha membiarkanmu mengulur jilbab dan menutup aurat, sementara sebelum pernikahan itu terjadi dia masih santai saja mendapati dirimu tampil dengan pakaian ala kadarnya? Jika benar dia mencintai dirimu, maka seharusnya dia memiliki perasaan cemburu ketika melihat auratmu terbuka barang sejengkal saja. Dia akan menjaga dirimu dari pandangan liar lelaki hidung belang yang berkeliaran di luar sana. Dia akan lebih memilih dirimu yang berjilbab daripada dirimu yang tanpa jilbab. Inilah yang dinamakan pembuktian cinta yang hakiki!
Maka, jika datang seorang lelaki yang meminangmu dan ridha atas keadaanmu yang masih belum berjilbab, waspadalah. Jangan-jangan dia adalah lelaki dayyuts yang menjadi calon penghuni Neraka. Sekarang pikirkanlah olehmu saudariku, kemanakah bahtera rumah tanggamu akan bermuara apabila nahkodanya adalah calon penghuni Neraka?
6. “Pakai jilbab itu ribet dan mengganggu pekerjaan. Bisa-bisa nanti aku dipecat dari pekerjaan.”
Saudariku… Islam tidak pernah membatasi ruang gerak seseorang selama hal tersebut tidak mengandung kemaksiatan kepada Allah. Akan tetapi, Islam membatasi segala hal yang dapat membahayakan seorang wanita dalam melakukan aktivitasnya baik dari sisi dunia maupun dari sisi akhiratnya. Jilbab yang menjadi salah satu syari’at Islam adalah sebuah penghargaan sekaligus perlindungan bagi kaum wanita, terutama jika dia hendak melakukan aktivitas di luar rumahnya. Maka dengan perginya engkau untuk bekerja di luar rumah tanpa jilbab justru akan mendatangkan petaka yang seharusnya dapat engkau hindari. Alih-alih mempertahankan pekerjaan, engkau malah menggadaikan kehormatan dan harga dirimu demi setumpuk materi.
Tahukah engkau saudariku, siapa yang memberimu rizki? Bukankah Allah -Rabb yang berada di atas ‘Arsy-Nya- yang memerintahkan para malaikat untuk membagikan rizki kepada setiap hamba tanpa ada yang dikurangi barang sedikitpun? Mengapa engkau lebih mengkhawatirkan atasanmu yang juga rizkinya bergantung kepada kemurahan Allah?
Apakah jika engkau lebih memilih untuk tetap tidak berjilbab, maka atasanmu itu akan menjamin dirimu menjadi calon penghuni Surga? Ataukah Allah ‘Azza wa Jalla yang telah menurunkan perintah ini kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam yang akan mengadzabmu akibat kedurhakaanmu itu? Pikirkanlah saudariku… Pikirkanlah hal ini baik-baik!
7. “Jilbab itu bikin gerah, dan aku tidak kuat kepanasan.”
Saudariku… Panas mentari yang engkau rasakan di dalam dunia ini tidak sebanding dengan panasnya Neraka yang akan kau terima kelak, jika engkau masih belum mau untuk berjilbab. Sungguh, dia tidak sebanding. Apakah engkau belum mendengar firman Allah yang berbunyi,
“Katakanlah: ‘(Api) Neraka Jahannam itu lebih sangat panas. Jika mereka mengetahui.'” (Qs. At-Taubah: 81)
Dan sabda Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya,
“Sesungguhnya api Neraka Jahannam itu dilebihkan panasnya (dari panas api di bumi sebesar) enam puluh sembilan kali lipat (bagian).” [Hadits shahih. Riwayat Muslim (no. 2843) dan Ahmad (no. 8132). Lihat juga Shahih Al-Jaami‘ (no. 6742), dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu]
Manakah yang lebih sanggup engkau bersabar darinya, panasnya matahari di bumi ataukah panasnya Neraka di akhirat nanti? Tentu engkau bisa menimbangnya sendiri…
8. “Jilbab itu pilihan. Siapa yang mau pakai jilbab silakan, yang belum mau juga gak apa-apa. Yang penting akhlaknya saja benar.”
Duhai saudariku… Sepertinya engkau belum tahu apa yang dimaksud dengan akhlak mulia itu. Engkau menafikan jilbab dari cakupan akhlak mulia, padahal sudah jelas bahwa jilbab adalah salah satu bentuk perwujudan akhlak mulia. Jika tidak, maka Allah tidak akan memerintahkan kita untuk berjilbab, karena dia tidak termasuk ke dalam akhlak mulia.
Pikirkanlah olehmu baik-baik, adakah Allah memerintahkan hamba-Nya untuk berakhlak buruk? Atau adakah Allah mengadakan suatu ketentuan yang tidak termasuk dalam kebaikan dan mengandung manfaat yang sangat besar? Jika engkau menjawab tidak ada, maka dengan demikian engkau telah membantah pendapatmu sendiri dan engkau telah setuju bahwa jilbab termasuk ke dalam sekian banyak akhlak mulia yang harus kita koleksi satu persatu. Bukankah demikian?
Ketahuilah olehmu, keputusanmu untuk tidak mengenakan jilbab akan membuat Rabb-mu menjadi cemburu, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda yang artinya,
“Sesungguhnya Allah itu cemburu dan seorang Mukmin juga cemburu. Adapun cemburunya Allah disebabkan oleh seorang hamba yang mengerjakan perkara yang diharamkan oleh-Nya.” [Hadits shahih. Riwayat Bukhari (no. 4925) dan Muslim (no. 2761)]
9. “Sepertinya Allah belum memberiku hidayah untuk segera berjilbab.”
Saudariku… Hidayah Allah tidak akan datang begitu saja, tanpa engkau melakukan apa-apa. Engkau harus menjalankan sunnatullah, yakni dengan mencari sebab-sebab datangnya hidayah tersebut.
Ketahuilah bahwa hidayah itu terbagi menjadi dua, yaitu hidayatul bayan dan hidayatut taufiq. Hidayatul bayan adalah bimbingan atau petunjuk kepada kebenaran, dan di dalamnya terdapat campur tangan manusia. Adapun hidayatut taufiq adalah sepenuhnya hak Allah. Dia merupakan peneguhan, penjagaan, dan pertolongan yang diberikan Allah kepada hati seseorang agar tetap dalam kebenaran. Dan hidayah ini akan datang setelah hidayatul bayan dilakukan.
Janganlah engkau jual kebahagiaanmu yang abadi dalam Surga kelak dengan dunia yang fana ini. Buanglah jauh-jauh perasaan was-wasmu itu. Tempuhlah usaha itu dengan berjilbab, sementara hatimu terus berdo’a kepada-Nya, “Allahummahdini wa saddidni. Allahumma tsabit qolbi ‘ala dinik (Yaa Allah, berilah aku petunjuk dan luruskanlah diriku. Yaa Allah, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu).”

JILBAB Hati Dan Jilbab Kepala

JILBAB Hati Dan Jilbab Kepala

Kala menulis ini , saya lagi nonton iklan premier ayat – ayat cinta the movie di sebuah station tv . Entahlah apa saya harus bangga karena ada sebuah film yang berkomitmen dalam sebuah ajaran agama , terutama pemakaian Hijab atau Jilbab bagi kaum perempuannya , cuma agak sedikit terkecoh saat melihat Aisha membuka jilbabnya dan berpakaian tidur lengan pendek , Ya Allah , ada apa ini . Meski itu di rumah , lalu apakah memang di perbolehkan ? Mungkin juga karena saya memang belum menonton Film nya kali ya , jadi itu seperti ada yang hilang.
Sebenarnya persoalan atau tema Jilbab ini , mungkin akan jadi perbincangan sepanjang masa . Menilik di masa lalu , saat Jilbab masih menjadi suatu keanehan di negeri yang mayoritas penduduknya muslim ini , banyak kasus dulu , orang yang mengenakan jilbab di bilang mengikuti aliran sesat , untuk urusan sekolah mereka di persulit , apalagi untuk kerja , kayaknya sulit banget .
Tapi salut buat perjuangan mereka yang kekeuh mempejuangkan jilbab sebagai pakaian syar`i dan identitas sebagai muslimah.
Kalau dulu yang pake Jilbab , identik dengan orang yang sudah bergelar hajjah , orang tua , dan yang bersekolah di madrasah .
Ya.. jilbab juga menjadi tema sentral dalam setiap cerpen atau novel islami yang terbit , jadinya booming dech di taon 2000.
Tapi menarik , sekarang lagi dibahas mengapa tema nya selalu sama , tentang hidayah yang di dapat untuk mengenakan jilbab , bukan pada konsistensi si pemakai.
Mohon maaf , ada trend di kalangan artis yang ramai – ramai memakai jilbab , namun tak kalah menariknya adalah mereka yang melepas jilbab saat di rundung masalah . Sebenarnya mereka memakai jilbab hanya untuk eksistensi atau sekedar menarik simpati publik , entahlah . Saya juga tak pantas memberikan penilaian , saya juga manusia biasa yang tak luput dari salah.
Di sisi lain ada selebriti yang sudah pulang berhaji dan mendapat gelar hajjah , justru tidak mengenakan hijab dengan alasan masih ada pekerjaan duniawi yang dia kejar . Sebegitu penting kah nilai dunia ini dibandingkan dengan Tuhan . Apakah dengan jilbab , seluruh popularitasnya akan hilang ? rezekinya mendadak hilang ? apakah dengan memakai kerudung atau jilbab ia akan kehilangan kecantikan ?
Lalu saya juga melihat betapa cantiknya Rianti pemeran Aisha yang mengenakan cadar plus hijabnya , dia terlihat cantik dan anggun sekali , semua orang memujanya . tapi sekali lagi kita dihadapkan pada kenyataan ia tak mengenakan jilbab setelah syuting film itu selesai . Apakah memang hidayah jilbab itu tidak nyampe meski ia sudah mendalami karakter Aisha ? menurut opini saya , ia gagal memerankan peran itu . Maaf ya ini opini pribadi saya . Yang menarik adalah Saskia yang memerankan noura yang jahat , dengan penampilan nya yang syar`i dengan jilbab yang ia kenakan sehari – hari , tapi saya rasa ia memang telah mendapatkan hidayah jauh dari sebelum main film ini.
Saya berharap memang ada alasan masuk akal . Tapi yang saya lihat adalah seorang seleb bergelar diva penyanyi baru pulang haji , pertama kali ia berkomitmen menutup penampilan , tapi kok saya liat sekarang , rok nya juga tambah pendek , selutut . Lalu ada juga artis yang pulang haji dan bergelar hajjah , masih nyaman saja mengenakan pakaian u can see tapi menutup bagian lehernya . Astagfirullah hal azim . Ketika di tanya sungguh simple jawabannya
” Yang penting hati saya sudah berjilbab ”
Sama seperti jawaban Dessy Ratnasari saat ia membuka jilbabnya , lalu Ulfa pun juga mulai melakukannya sekarang ( Mohon maaf pada artis yang saya sebutkan di atas , saya percaya kalian punya alasan yang kuat juga )
hemm … lalu sebenarnya yang bagus yang mana
Jilbab hati atau jilbab kepala ?
Mungkin kita harus meninjau dulu apa sich jilbab hati dan jilbab kepala itu ?
menurut pengertian pribadi saya
Jilbab hati itu adalah seseorang yang memiliki hati dengan sebuah pelindung yang melindunginya dari berbuat yang dilarang agama , menyadari sepenuhnya kewajiban seorang muslimah , berprilaku syar`i sesuai Islam
Jilbab kepala adalah identitas dan penutup aurat bagi seorang muslimah.
Menurut hemat saya jika ia sudah mengenakan jilbab hati , berarti ia akan sadar juga mengenakan jilbab kepala , karena esensinya ia sudah sadar sepenuhnya mengenai kewajiban sebagai seorang muslimah .
Jadi bagus mana ? yang berjilbab hati atau jilbab kepala ?
saya juga tidak mau menilai jelek pada mereka yang berjilbab tapi pakaiannya ketat , atau mungkin menurut pendapat orang tingkahnya tidak sesuai dengan jilbab yang ia kenakan . Tapi bagi saya ada rasa syukur ketimbang mereka yang tetap mencari alasan masuk akal demi menghindari untuk memakai Jilbab , bagi saya mereka lebih munafik.
Tapi ya sudahlah , masing – masing punya alasan kuat , biarlah Allah saja yang menentukan hidayah untuk mereka.
Yang jelas yang lebih baik adalah memakai JILBAB HATI dAN Jilbab Kepala
buat mbak Inneke Koesherawati , mbak Novia kolopaking , Ibu Neno Warisman , Ibu Ratih Sanggarwati , Che – che Kirani , Saskia Adya Mecca , Cici Tegal , dll
teruslah istiqomah mengenakan jilbab yang Syar`i , mendengungkan identitas dan Keislaman seorang Muslimah sejati.
Juga buat para blogger – blogger di wordpress ini yang mengenakan Jilbab , mbak Nin , chigo , takocan , amel dll ( maaf saya tidak ingat untuk menyebutkan satu per satu ) , tetaplah istiqomah memakai jilbab , jadilah oase di tengah padang yang gersang . Doa saya dan juga para lelaki muslim yang ingin ada syar`i di dunia ini mengiringi perjuangan kalian , dan Tentunya Allah SWT selalu bersama kalian
ALANGKAH INDAHNYA MELIHAT PEREMPUAN MUSLIMAH MENGENAKAN