Aku dan Jilbab
Assalamualaykum Warahmatullahi Wabarakatu ,
hai , ini seberkas coretan hatiku yang ke-dua setelah aku menguraikan coretan pertama yang ku beri judul "Like a barbie hijab" , coretan ke-duaku kali ini berbeda . Aku akan menguraikan coretan yang ku beri judul "Aku dan Jilbab" ya mungkin sekilas itu adalah judul yang sesuai dengan cerita pendek yang akan aku tulis ini^,^
Aku dan Jilbab ,
Jilbab? menurut pandanganku jilbab adalah sesuatu yang wajib kukenakan , sebagai seorang perempuan muslim (MUSLIMAH) jilbab ada perhiasan yang paling berharga bagi perempuan untuk menjaga diri dari pandangan fitnah yang sangat menakutkan!!
Jilbab? kebanyakan anak muda meremehkan kewajibab berjilbabnya hanya karna alasan : panas , gak gaul , malu , belum ada perasaan ingin berjilbab , hati belum yakin , dan sebagainya .
Menurut saya pendapat mereka itu hanya ocehan gengsi tinggi semata karna tak ingin dikomentari temen-temennya gak gaul atau bahkan ada yang berpendapat bahwa munafik hanya untuk menutupi kejelekan hati semata .
Saya juga pernah mendengar kalo ada yang berpendapat "Jilbabkan hati dulu baru bisa jilbabkan kepala" . wah wah wah bukankah itu alasan yang tak wajar?? kalo menunggu jilbabkan hati dulu baru kepala sampai kapan kita akan mengenakan jilbab? ajal ngak ada yang tau kapan!! jika sampai mati hati belum bagus , maka sampai mati juga dong kita ngak mengenakan jilbab? betulkan?
Berbicara hati , hati itu adalah ruangan yang labil . Karena hati terkadang bisa baik , dan kadang bisa buruk !
Berbicara malu , bukankah seharusnya kita malu karna mempertontonkan Aurat kita? karna bagi yang mempertontonkan Aurat itu bisa dianggap enteng oleh orang bahkan disangaka sebagai perempuan yang tidak terhormat .
Jangan hubungkan menutup aurat dan perilaku dengan konjungsi “sehingga” , “atau” , atau “karena” !!
Kita memakai Jilbab SEHINGGA kita harus berperilaku yang baik. Bukan seperti itu, keduanya merupakan kewajiban yang emang harus dilaksanakan. Dan ngak bisa dibuat menjadi kalimat sebab-akibat . Yang nantinya ketika ada seseorang berperilaku jahat dan memakai jilbab, maka jilbabnya yg akan disalahkan “pake jilbab ko kaya gitu” benarkan? seharusnya jilbab jangan disangkut pautkan , cukup ngomong baik-baik dengan cara dukungan aja "kamu kan sudah memulai karir baru dengan jilbab? sekarang latihlah hati agar bisa sepadan dengan jilbabmu yang cantik itu".
Mungkin tulisan ini sedikit konfrontatif ya, bukannya ingin mengubah mindset seseorang atau memaksa seseorang . Hanya sekedar membagi cerita aja , Ketika perempuan berjilbab melakukan kesalahan . Jangan salahkan jilbabnya, tapi dukunglah hatinya agar dia mau menuntun ruang hatinya itu agar sepadan dengan jilbabnya , oke? ;)
"Dan sesungguhnya ketika kamu memakai jilbab hatimu akan lebih terjaga"
Wassalamualaykum^^,







0 komentar:
Posting Komentar